Saat
ini, komputer sudah semakin canggih. Tetapi, sebelumnya komputer tidak sekecil,
secanggih, sekeren dan seringan sekarang. Dalam sejarah komputer, ada 5
generasi dalam sejarah komputer.
1. Generasi Pertama (1944-1959)
Tabung hampa udara sebagai penguat sinyal,
merupakan ciri khas komputer generasi pertama. Pada awalnya, tabung hampa udara
(vacum-tube) digunakan sebagai komponen penguat sinyal. Bahan bakunya terdiri
dari kaca, sehingga banyak memiliki kelemahan, seperti: mudah pecah, dan mudah
menyalurkan panas. Panas ini perlu dinetralisir oleh komponen lain yang
berfungsi sebagai pendingin. Dan dengan adanya komponen tambahan, akhirnya
komputer yang ada menjadi besar, berat dan mahal. Pada tahun 1946, komputer
elektronik didunia yang pertama yakni ENIAC sesai dibuat. Pada komputer
tersebut terdapat 18.800 tabung hampa udara dan berbobot 30 ton. begitu besar
ukurannya, sampai-sampai memerlukan suatu ruangan kelas tersendiri. Pada gambar
nampak komputer ENIAC, yang merupakan komputer elektronik pertama didunia yang
mempunyai bobot seberat 30 ton, panjang 30 M dan tinggi 2.4 M dan membutuhkan
daya listrik 174 kilowatts.
2. Generasi Kedua (1960-1964)
Transistor
merupakan ciri khas komputer generasi kedua. Bahan bakunya terdiri atas tiga
lapis, yaitu: “basic”, “collector” dan “emmiter”. Transistor merupakan
singkatan dari Transfer Resistor, yang berarti dengan mempengaruhi daya tahan
antara dua dari tiga lapisan, maka daya (resistor) yang ada pada lapisan
berikutnya dapat pula dipengaruhi. Dengan demikian, fungsi transistor adalah
sebagai penguat sinyal. Sebagai komponen padat, tansistor mempunyai banyak
keunggulan seperti misalnya: tidak mudah pecah, tidak menyalurkan panas. dan
dengan demikian, komputer yang ada menjadi lebih kecil dan lebih murah. Pada
tahun 1960-an, IBM memperkenalkan komputer komersial yang memanfaatkan
transistor dan digunakan secara luas mulai beredar dipasaran. Komputer IBM-
7090 buatan Amerika Serikat merupakan salah satu komputer komersial yang memanfaatkan
transistor. Komputer ini dirancang untuk menyelesaikan segala macam pekerjaan
baik yang bersifat ilmiah ataupun komersial. Karena kecepatan dan kemampuan
yang dimilikinya, menyebabkan IBM 7090 menjadi sangat popular. Komputer
generasi kedua lainnya adalah: IBM Serie 1400, NCR Serie 304, MARK IV dan
Honeywell Model 800.
3.
Generasi Ketiga (1964-1975)
Konsep
semakin kecil dan semakin murah dari transistor, akhirnya memacu orang untuk
terus melakukan pelbagai penelitian. Ribuan transistor akhirnya berhasil
digabung dalam satu bentuk yang sangat kecil. Secuil silicium yag mempunyai
ukuran beberapa milimeter berhasil diciptakan, dan inilah yang disebut sebagai
Integrated Circuit atau IC-Chip yang merupakan ciri khas komputer generasi
ketiga.
Cincin
magnetic tersebut dapat di-magnetisasi secara satu arah ataupun berlawanan, dan
akhirnya men-sinyalkan kondisi “ON” ataupun “OFF” yang kemudian diterjemahkan
menjadi konsep 0 dan 1 dalam system bilangan biner yang sangat dibutuhkan oleh
komputer. Pada setiap bidang memory terdapat 924cincin magnetic yang
masing-masing mewakili satu bit informasi. Jutaan bit informasi saat ini berada
didalam satu chip tunggal dengan bentuk yang sangat kecil.
Komputer
yang digunakan untuk otomatisasi pertama dikenalkan pada tahun 1968 oleh PDC
808, yang memiliki 4 KB (kilo-Byte) memory dan 8 bit untuk core memory. Dapat
digunakan untuk multiprogram. Contoh komputer generasi ketiga adalah Apple II,
PC, dan NEC PC.
4.
Generasi Keempat (1975-Sekarang)
Komputer
generasi keempat masih menggunakan IC/chip untuk pengolahan dan penyimpanan
data. Komputer generasi ini lebih maju karena di dalamnya terdapat beratus ribu
komponen transistor. Proses pembuatan IC komputer generasi ini dinamakan
pengintegrasian dalam skala yang sangat besar. Pengolahan data dapat dilakukan
dengan lebih cepat atau dalam waktu yang singkat. Media penyimpanan komputer
generasi ini lebih besar dibanding generasi sebelumnya. Komputer generasi ini
sering disebut komputer mikro. Contohnya adalah PC (Personal Computer).
Teknologi IC komputer generasi ini yang membedakan antara komputer mikro dan
komputer mini serta main frame. Beberapa teknologi IC pada generasi ini adalah
Prosesor 6086, 80286, 80386, 80486, Pentium I, Celeron, Pentium II, Pentium
III, Pentium IV, Dual Core, dan Core to Duo. Generasi ini juga mewujudkan satu
kelas komputer yang disebut komputer super.
5.
Generasi Kelima (Sekarang – Masa depan)
Generasi
kelima dalam sejarah evolusi komputer merupakan komputer impian masa depan. Ia
diperkirakan mempunyai lebih banyak unit pemprosesan yang berfungsi bersamaan
untuk menyelesaikan lebih daripada satu tugas dalam satu masa.
Komputer
ini juga mempunyai ingatan yang amat besar sehingga memungkinkan penyelesaian
lebih dari satu tugas dalam waktu bersamaan. Unit pemprosesan pusat juga dapat
berfungsi sebagai otak manusia. Komputer ini juga mempunyai kepandaian
tersendiri, merespon keadaan sekeliling melalui penglihatan yang bijak dalam
mengambil sesuatu keputusan bebas dari pemikiran manusia yang disebut sebagai
artificial intelligence.
Banyak
kemajuan di bidang desain komputer dan teknologi semakin memungkinkan pembuatan
komputer generasi kelima. Dua kemajuan rekayasa yang terutama adalah kemampuan
pemrosesan paralel, yang akan menggantikan model von Neumann. Model von Neumann
akan digantikan dengan sistem yang mampu mengkoordinasikan banyak CPU untuk
bekerja secara serempak. Kemajuan lain adalah teknologi superkonduktor yang
memungkinkan aliran elektrik tanpa ada hambatan apapun, yang nantinya dapat mempercepat
kecepatan informasi.
Jepang
adalah negara yang terkenal dalam sosialisasi jargon dan proyek komputer
generasi kelima. Lembaga ICOT (Institute for new Computer Technology) juga
dibentuk untuk merealisasikannya. Banyak kabar yang menyatakan bahwa proyek ini
telah gagal, namun beberapa informasi lain bahwa keberhasilan proyek komputer
generasi kelima ini akan membawa perubahan baru paradigma komputerisasi di
dunia. Kita tunggu informasi mana yang lebih valid dan membuahkan hasil.
TUGAS SOFTSKILL RANGKUMAN
Unknown |
RANGKUMAN ILMU SOSIAL DASAR
1.
Ilmu Sosial Dasar (ISD) adalah suatu
program pelajaran yang dikembangkan di perguruan tinggi. Pengembangan Ilmu
Sosial Dasar ini sejalan dengan realisasi pengembangan ide dan pembaruan sestim
pendidikan yang bersifat dinamis dan inovatif. Ilmu Sosial Dasar (ISD) adalahilmu-ilmu
sosial yang digunakan dalam pendekatan sekaligus sebagai sarana jalan keluar
untuk mencari pemecahan masalah-masalah social yang berkembanag dalam kehidupan
masyarakat.
2.
Secara umum ilmu pengetahuan
dapat dikelompokkan dalam 3 kelompok besar yaitu :
a. Ilmu-ilmu Alamiah ( natural scince ).
b. Ilmu-ilmu sosial ( social scince ) .
c. Pengetahuan budaya ( the humanities )
3.
Ilmu sosial dasar bertujuan membantu
perkembangan, wawasan, pemikiran dan kepribadian mahasiswa agar memperoleh
wawasan pemikiran yang lebih luas, dan cirri-ciri kepribadian yang diharapkan
dari setiap anggota golongan terpelajar Indonesia, khususna berkrnaan dengan
sikap dan tingkah laku manusia dalam menghadapi masalah-masalah lain, serta
sikap dan tingkah laku manusia satu dengan manusia yang lain.
RANGKUMAN
PEMUDA DAN SOSIALISASI
1. Pemuda adalah generasi yang diharapkan terhadap bangsa dan
negaranya untuk meneruskan generasi sebelumnya. Tapi terkkadang pemuda zaman
sekarang tidak menyadari bahwa didiri mereka terbebani menjadi pengganti
generasi sebelumnya.
2. Sosialisasi adalah suatu peroses yang mempelajari tentang
norma – norma masyarakat yang akan membentuk kepribadiannya dilingkungan
masyarakat, dan dapat berfungsi sebagai peranan di kelompok individu.
RANGKUMAN PELAPISAN SOSIAL
1.
Pelapisan sosial dapat berarti
pembedaan antar warga dalam masyarakat ke dalam kelas-kelas sosial secara
bertingkat. Wujudnya adalah terdapat lapisan-lapisan di dalam masyarakat
diantaranya ada kelas sosial tinggi, sedang dan rendah.Pelapisan sosial
merupakan perbedaan tinggi dan rendahnya kedudukan atau posisi seseorang dalam
kelompoknya, bila dibandingkan dengan posisi seseorang maupun kelompok lainnya.
Dasar tinggi dan rendahnya lapisan sosial seseorang itu disebabkan oleh
bermacam-macam perbedaan, seperti kekayaan di bidang ekonomi, nilai-nilai sosial,
serta kekuasaan dan wewenang.
2. Elite adalah suatu minoritas
pribadi-pribadi yang diangkat untuk melayani suatu konektivitas dengan cara
yang bernilai sosial. Dalam masyarakat tertentu ada sebagian penduduk ikut
terlibat dalam kepemimpinan, sebaliknya dalam masyarakat tertentu penduduk
tidak diikut sertakan. Dalam pengertian umum elite menunjukkan sekelompok orang
yang dalam masyarakat menempati kedudukan tinggi. Dalam arti lebih khusus lagi
elite adalah sekelompok orang terkemuka di bidang-bidang tertentu dan khususnya
golongan kecil yang memegang kekuasaan.
3. massa yaitu digunakan untuk
menunjukkan suatu pengelompokkan kolektif lain yang terjadi secara spontan,
tetapi secara fundamental berbeda dengan hal-hal yang lain.
1. PELAPISAN SOSIAL
A. Pengertian Pelapisan Sosial
Pelapisan sosial dapat berarti pembedaan antar warga dalam masyarakat ke dalam kelas-kelas sosial secara bertingkat. Wujudnya adalah terdapat lapisan-lapisan di dalam masyarakat diantaranya ada kelas sosial tinggi, sedang dan rendah.Pelapisan sosial merupakan perbedaan tinggi dan rendahnya kedudukan atau posisi seseorang dalam kelompoknya, bila dibandingkan dengan posisi seseorang maupun kelompok lainnya. Dasar tinggi dan rendahnya lapisan sosial seseorang itu disebabkan oleh bermacam-macam perbedaan, seperti kekayaan di bidang ekonomi, nilai-nilai sosial, serta kekuasaan dan wewenang.
B. Pelapisan Sosial Ciri Tetap Menjadi Kelompok Sosial
Pembagian dan pemberian kedudukan yang berhubungan dengan jenis kelamin nampaknya menjadi dasar dari seluruh sistem sosial masyarakat kuno. Hal ini terwujud dalam berbagai bentuk sebagai berikut:
- Adanya kelompok berdasarkan jenis kelamin dan umur dengan perbedaan hak dan kewajiban.
- Adanya kelompok- kelompok pemimpin suku
- Adanya pemimpin yang saling berpengaruh
- Adanya orang-orang yang dikecilkan diluar kasta dan orang-orang diluar perlindungan hokum
- Adanya pembagian kerja didalam suku.
- Adanya perbedaan standar ekonomi didalam suku tersebut.
Bentuk dan proporsi dipelapisan masyrakat yang telah maju bervariasi tetapi pelapisan masyarakat itu ada dimana-mana dan ssepanjang waktu.
C. Terjadinya Pelapisan Sosial
Proses terjadinya lapisan masyarakat dapat terjadi dengan sendirinya atau sengaja disusun untuk mengejar suatu tujuan bersama. Sistem pelapisan yang terjadi dengan sendirinya ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Pada lapisan ini kedudukan seseorang pada suatu strata adalah terjadi secara otomatis misalnya karena usia tua, karena pemilikan tanah, pemilikan kepandaian yang lebih atau kerabat pembuka tanah.Sedangkan pelapisan masyarakat yang sengaja disusun biasanya mengacu pada pembagian kekuasaan dan wewnang yang resmi dalam organisasi formal. Sistem ini dapat kita lihat dalam organisasi pemerintahan,organisasi partai dan perkumpulan-perkumpulan resmi yang lain.
D. Perbedaan Sistem Pelapisan Menurut Sifatnya
- Sistem pelapisan masyrakat yang tertutup
Didalam sistem ini tidak memungkinkan berpindahnya seseorang sari suatu lapisan lain. Didalam sistem ini satu-satunya jalan untuk masuk menjadi anggota dari suatu lapisan dalam masyrakat adlah karena kelahiran. Sistem ini bisa kita temui pada masyarakat india yang mengenal sistem kasta. Mulai dari kasta brahmana, ksatria, waisya, dan sudra serta paria sistem pelapisan tertutup ini juga dapat kita temui didalam masyarakat feodal atau masyarakat yang berdasar realisme
- Sistem pelapisan masyarakat yang terbuka
Didalam sistem ini masyrakat diberi kesempatan untuk jatuh ke lapisn yang ada di bawahnya atau naik ke lapisan yang ada diatasnya. Sistem ini dapat ditemukan pada masyarakat indonesia sekarang ini. Setiap orang diberi kesempatan untuk menduduki segala jabatan jika dia akan turun dari jabatannya. Kedudukan yang diperoleh berdasarkan usaha sendiri dinamakan “arclevea status”.
- Sistem lapisan campuran
Pelapisan sosial ini membatasi kemungkinan berpindahnya lapisan pada bidang tertentu, tetapi membiarkan untuk melakukan perpindahan lapisan pada bidang lain.
E. Beberapa Teori Tentang Pelapisan Sosial
Bentuk konkrit pelapisan masyarakat ada bebrapa macam. Sementara ada sarjana yang meninjau bentuk pelapisan masyarakat berdasarkan salah satu aspek saja. Misalnya aspek ekonomi/ aspek politik saja. Namun ada juga yang membagi pelapisan masyarakat seperti berikut:
- Masyarakat terdiri dari kelas atas (upper class) dan kelas bawah (lower class)
- Masyarakat terdiri dari tiga kelas ialah kelas atas (upper class), kelas menengah (middle class) dan kelas bawah (lower class)
- Sementara yang sering kita denger adalah kelas atas (upper class), kelas menengah (middle class) dan kelas bawah (lower class).
2. ELITE DAN MASSA
A. Pengertian Elite
Elite adalah suatu minoritas pribadi-pribadi yang diangkat untuk melayani suatu konektivitas dengan cara yang bernilai sosial. Dalam masyarakat tertentu ada sebagian penduduk ikut terlibat dalam kepemimpinan, sebaliknya dalam masyarakat tertentu penduduk tidak diikut sertakan. Dalam pengertian umum elite menunjukkan sekelompok orang yang dalam masyarakat menempati kedudukan tinggi. Dalam arti lebih khusus lagi elite adalah sekelompok orang terkemuka di bidang-bidang tertentu dan khususnya golongan kecil yang memegang kekuasaan.Golongan elite sebagai minoritas sering ditampakkan dengan beberapa bentuk penampilan antara lain :
- Elite menduduki posisi yang penting dan cenderung merupakan poros kehidupan masyarakat secara keseluruhan.
- Faktor utama yang menentukan kedudukan mereka adalah keunggulan dan keberhasilan yang dilandasi oleh kemampuan baik yanag bersifat fisik maupun psikhis, material maupun immaterial, merupakan heriditer maupun pencapaian.
- Dalam hal tanggung jawab, mereka memiliki tanggung jawab yang lebih besar jika dibandingkan dengan masyarakat lain.
- Ciri-ciri lain yang merupakan konsekuensi logis dari ketiga hal di atas adalah imbalan yang lebih besar yang diperoleh atas pekerjaan dan usahanya.
Dalam pengertian yang umum elite itu menunjukkan sekelompok orang yang dalam masyarakat yang menempati kedudukan tertinggi. Dalam arti lebih yang khusus dapat diartikan sekelompok orang terkemuka di bidang-bidang tertentu dan khususnya golongan kecil yang memegang kekuasaan.Dalam istilah yang lebih umum elite dimaksudkan kepada “posisi di dalam masyarakat di puncak struktur-struktur sosial yang terpenting, yaitu posisi tinggi di dalam ekonomi, pemerintahan aparat kemiliteran, politik, agama, pengajaran, dan pekerjaan-pekerjaan dinas”.
B. Fungsi Elite Dalam Memegang Strategi.
Dalam suatu kehidupan sosial yang teratur, baik dalam konteks luas maupun yang lebih sempit selalu ada kecenderungan untuk menyisihkan satu golongan tersendiri sebagai satu golongan yang penting, memiliki kekuasaan dan mendapatkan kedudukan yang terkemuka jika dibandingkan dengan massa. Penentuan golongan minoritas ini didasarkan pada penghargaan masyarakat terhadap berbagai peranan yang dilancarkan dalam kehidupan masa kini serta meletakkan,dasar-dasar kehidupan yang akan datang. Golongan minoritas yang berada pada posisi atas secara fungsional dapat berkuasa dan menentukan dalam studi sosial dikenal dengan elite.
C. Pengertian Massa
Istilah massa digunakan untuk menunjukkan suatu pengelompokkan kolektif lain yang terjadi secara spontan, tetapi secara fundamental berbeda dengan hal-hal yang lain.Beberapa hal penting yang merupakan sebagian ciri-ciri membedakan di dalam massa, yaitu:
- Keanggotaannya berasal dari semua lapisan masyarakat atau strata sosial, meliputi orang-orang dari berbagai posisi kelas yang berbeda, dari jabatan kecakapan, tingkat kemakamuran atau kebudayaan yang berbeda-beda.
- Massa merupakan kelompok yang anonim, atau lebih tepat, tersusun dari individu-individu yang anonim.
- Sedikit sekali interaksi atau bertukar pengalaman antara anggota-anggotanya.
D. Masyarakat dan Massa
Teori ini menekankan ketergantungan timbal balik antar institusi yang memegang kekuasaan dan integrasi media terhadap timbal balik antar institusi yang memegang kekuasaan dan integasi media terhadap kekuasaan sosial dan otoritas. Dengan demikian isi media cenderung melayani kepentingan pemegang kekuasaan politik dan ekonomi. Namun demikian, meskipun media tidak bisa diharapkan menyuguhkan pandangan kritis atau tinjauan lain, menyangkut masalah kehidupan, media tetap memiliki kecenderungan untuk membantu publik bebas dalam menerima keberadaannya sebagaimana adanya.Teori masyarakat massa memberi kedudukan terhormat kepada media sebagai penggerak dan pengaman teori masyarakat massa. Teori ini juga sangat mengunggulkan gagasan yang menyatakan bahwa media menyuguhkan pandangan tentang dunia, semacam pengganti atau lingkungan semu (pseudo_environment) yang disatu pihak merupakan sarana ampuh untuk memanipulasi orang, tetapi dilain pihak merupakan alat bantu bagi kelanjutan ketenangan psikisnya dakam kondisi yang sulit.
E.Perilaku Massa
Massa dapat diartikan sebagai bentuk kolektivitasme (kebersamaan). Massa adalah kumpulan orang banyak dalam tempat, waktu yang sama dan biasanya mempunyai tujuan yang sama. Oleh karena itu, psikologi massa akan berhubungan perilaku yang dilakukan secara bersama-sama oleh sekelompok massa. Fenomena kebersamaan ini diistilahkan pula sebagai Perilaku Kolektif (Collective Behavior)Dalam perilaku kolektif, seseorang atau sekelompok orang ingin melakukan perubahan sosial dalam kelompoknya, istitusinya, masyarakatnya. Tindakan kelompok ini ada yang diorganisir dan ada juga tindakan yang tidak diorganisir. tindakan yang diorganisisr inilah yang kemudian banyak dikenal orang sebagai gerakan social (Social Movement).Perilaku kolektif yang berupa gerakan sosial, seringkali muncul ketika dalam interaksi sosial itu terjadi situasi yang tidak terstruktur, ambigious (ketakssan/membingungkan), dan tidak stabil.Kondisi-kondisi pembentuk perilaku massaNeil Smelser mengidentifikasi beberapa kondisi yang memungkinkan munculnya perilaku kolektif, diantaranya:
- Structural conduciveness: beberapa struktur sosial yang memungkinkan munculnya perilaku kolektif, seperti: pasar, tempat umum, tempat peribadatan, mall dst
- Structural Strain: yaitu munculnya ketegangan dalam masyarakat yang muncul secara terstruktur. misalnya: antar pendukung kontestan pilkada.
- Generalized beliefts: berbagi interpretasi acara
- Precipitating factors: ada kejadian pemicu (triggering incidence). Misal ada pencurian, ada kecelakaan.
- Mobilization for actions: adanya mobilisasi massa. Misalnya: aksi buruh, rapat umum suatu ormas dst.
- Failure of Social Control- akibat agen yang ditugaskan melakukan kontrol sosial tidak berjalan dengan baik.
F. Peranan Elite Terhadap Massa
Elite sebagai minoritas yang memiliki suatu kualifikasi tertentu yang eksistensinya sebagai kelompok penentu dan berperan dalam masyarakat diakui secara legal oleh masyarakat pendukungnya. Dalam hal ini kita melihat elite sebagai kelompok yang berkuasa dan kelompok penentu.Dalam kenyataannya elite penguasa kita jumpai lebih tersebar, jangkauannya lebih luas, tetapi lebih bersifat umum, tidak terspesialisasi seperti kelompok penentu. Kita mengenal, adanya kelompok penguasa merupakan golongan elite yang berasal dari kondisi sejarah masa lampau.Kelompok elite penguasa ini tidak mendasarkan diri pada fungsi-fungsi sosial tetapi lebih bersifat sebagai kepentingan birokrat. Kita bisa menjumpai kelompok penguasa ini pada berbagai perhimpunan yang bersifat khusus, misalnya pada kelompok birokratis yang berfungsi sebagai pembuat kebijakan-kebijakan maupun sebagai pelaksana dan sebagai elite pemerintah.
ARTIKEL TENTANG PELAPISAN SOSIAL
Pelapisan sosial merupakan gejala yang umum dalam suatu masyarakat dimanapun dan kapanpun pasti selalu ada Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi menyebut bahwa selama dalam masyarakat ada sesuatu yang dihargai, maka dengan sendirinya pelapisan sosial terjadi. Sesuatu yang dihargai dalam masyarakat bisa berupa harta kekayaan, ilmu pengetahuan, atau kekuasaan.
Jadi dpat kita simpulkan bahwa Pelapisan sosial adalah perbedaan tinggi dan rendahnya suatu kedudukan seseorang dalam kelompoknya, bila dibandingkan dengan posisi seseorang maupun kelompok lainnya. Yang menentukan tinggi dan rendahnya lapisan sosial seseorang itu biasanya disebabkan oleh macam-macam perbedaan, sepertihalnya kekayaan di bidang ekonomi, nilai-nilai sosial, serta kekuasaan dan wewenang.
Mengenai pelapisan sosial saya akan membahas lebih dekat dengan contoh di negeri kita ini, di indonesia kita ini secara tidak langsung terjadi pelapisan sosial antara kalangan atas dan kalangan bawah, kalangan atasnya adalah mereka yang memiliki kekuasaan di pemerintah dan kalangan bawahnya adalah rakyat, kita dapat melihat bahwa pembedaan kelas ini begitu mencolok, contohnya saja dalam penegakan hukum, kesannya di negeri ini pemerintah lebih condong melindungi mereka yang duduk di kursi pemerintahan di banding melindungi keadilan rakyat.
Menurut kenyataan yang terjadi para pejabat negera yang mencuri kesejahteraan rakyat dengan kata lain melakukan Korupsi sangat sulit ditangkap dan di jerat hukum ketimbang rakyat biasa yang melakukan kejahatan misalkan pencurian kecil-kecilan, sekalipun misalkan pejabat negara di tangkap maka yang mereka huni bukan penjara-penjara biasa, akan tetapi penjara bak hotel berbintang.
Dari kasus di atas terlihat sangat mencolok pelapisan sosial antara kelas-kelas atas dan kelas-kelas rendah, dapat terlihat kelas-kelas atas mempunyai wewenang lebih dan kekuasaan lebih ketimbang kelas rendah, dan kesanya semuanya bisa di beli dengan uang termasuk keadilan dapat di beli dengan uang.
Kesamaan derajat adalah suatu sifat yang menghubungankan antara manusia dengan lingkungan masyarakat umumnya timbal balik, maksudnya orang sebagai anggota masyarakat memiliki hak dan kewajiban, baik terhadap masyarakat maupun terhadap pemerintah dan Negara. Hak dan kewajiban sangat penting ditetapkan dalam perundang-undangan atau Konstitusi. Undang-undang itu berlaku bagi semua orang tanpa terkecuali dalam arti semua orang memiliki kesamaan derajat. Kesamaan derajat ini terwujud dalam jaminan hak yang diberikan dalam berbagai faktor kehidupan.
Pelapisan sosial dan kesamaan derajat mempunyai hubungan, kedua hal ini berkaitan satu sama lain. Pelapisan soasial berarti pembedaan antar kelas-kelas dalam masyarakat yaitu antara kelas tinggi dan kelas rendah, sedangkan Kesamaan derajat adalah suatu yang membuat bagaimana semua masyarakat ada dalam kelas yang sama tiada perbedaan kekuasaan dan memiliki hak yang sama sebagai warga negara, sehingga tidak ada dinding pembatas antara kalangan atas dan kalangan bawah.
Menurut saya masyarakat harus mampu menghargai perbedaan yang sudah terjadi di masyarakat , tidak memaksakan suatu Kelompok untuk mengikuti atau memaksakan sesuatu hal yang berbeda seperti perbedaan derajat atau persamaan yang sudah berbeda. Pelapisan sosial dalam masyarakat lumrah terjadi, akan tetapi alangkah lebih baiknya diantara masyarakat menghilangkan perbedaan-berbedaan derajat dan mengusung kesamaan derajat sehingga tidak ada lagi ketidak adilan di negeri ini tidak ada lagi pihak yang lebih di untungkan dan pihak yang lebih di pentingkan, yang ada hanya kesamaan hak antar masyarakat.
sumber :http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/12/materi-ilmu-sosial-dasar-pelapisan.htmlhttp://arvisajah2.blogspot.com/2009/10/tugas-ilmu-sosial-dasar-3.htmlhttp://adytiawan.wordpress.com/2012/11/11/ilmu-sosial-dasar-pelapisan-sosial-dan-kesamaan-derajat/http://alhakiiim.blogspot.com/2012/11/pelampiasan-sosial-kesamaan-derajat.htmlhttp://wibawa-rian.blogspot.com/2010/11/perilaku-massa.htmlhttp://oliviadwiayu.wordpress.com/2006/12/08/teori-masyarakat-massa/http://dwisriyanti.blogspot.com/2012/12/artikel-pelapisan-sosial-dan-kesamaan.html
TUGAS SOFTSKILL - PEMUDA DAN SOSIALISASI
Unknown |
A. INTERNALISASI BELAJAR DAN SPESIALISASI
Pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda disusun berlandaskan :
1. Landasan Idiil : Pancasila
2. Landasan Konstitusional : Undang-undang dasar 1945
3. Landasan Strategi : Garis-garis Besar Haluan Negara
4. Landasan Histories : Sumpah Pemuda dan Proklamasi
5. Landasan Normatif : Tata nilai ditengah masyarakat.
Motivasi asas pembinaan dan pengembangan generasi muda bertumpu pada strategi pencapaian tujuan nasional, seperti disebutkan dalam pembukaan UUD 1945 alinia IV.
Atas dasar kenyataan ini, diperlukan penataan kehidupan pemuda sehingga mereka mampu memainkan peranan yang penting dalam masa depan sekalipun disadari bahwa masa depan tersebut tidak berdiri sendiri. Masa depan adalah lanjutan masa sekarang, dan masa sekarang adalah hasil masa lampau. Dalam hal ini, pembinaan dan pengembangan generasi muda haruslah menanamkan motivasi kepekaan terhadap masa datang sebagai bagian mutlak masa kini. Kepekaan terhadap masa datang membutuhkan pula kepekaan terhadap situasi-situasi lingkungan untuk merelevansikan partisipannya dalam setiap kegiatan bangsa dan negara. Untuk itu, kualitas kesejahteraan yang membawa nilai-nilai dasar bangsa merupakan faktor penentu yang mewarnai pembinaan generasi muda dan bangsa dalam memasuki masa datang.
Tanpa ikut sertanya generasi muda, tujuan pembangunan ini sulit tercapai. Hal ini bukan saja karena pemuda merupakan lapisan masyarakat yang cukup besar, tetapi tanpa kegairahan dan kreativitas mereka, pembangunan jangka panjang dapat kehilangan keseimbangannya. Apabila pemuda masa sekarang terpisah dari persoalan masyarakatnya, sulit terwujud pemimpin masa datang yang dapat memimpin bangsanya sendiri.
Dalam hal ini pengembangan dan pembinaan generasi muda menyangkut dua pengertian pokok yaitu :
Read More »
1.
Pengertian Pemuda
Pemuda adalah generasi
yang diharapkan terhadap bangsa dan negaranya untuk meneruskan generasi
sebelumnya. Tapi terkkadang pemuda zaman sekarang tidak menyadari bahwa didiri
mereka terbebani menjadi pengganti generasi sebelumnya.
Macam – macam Pemuda
·
Jenis Pemuda Urakkan
·
Jenis Pemuda Nakal
·
Jenis Pemuda Radikal
·
Jenis Pemuda Sholeh
2.
Pengertian Sosialisasi
Sosialisasi adalah suatu peroses yang mempelajari tentang norma – norma masyarakat yang akan membentuk kepribadiannya dilingkungan masyarakat, dan dapat berfungsi sebagai peranan di kelompok individu.
Sosialisasi adalah suatu peroses yang mempelajari tentang norma – norma masyarakat yang akan membentuk kepribadiannya dilingkungan masyarakat, dan dapat berfungsi sebagai peranan di kelompok individu.
3.
Internalisai belajar dan Sosialisasi
Internalisasi adalah perubahan dalam
masyarakat. Sedangkan Sosialisasi adalah suatu peroses yang mempelajari tentang
norma – norma masyarakat yang akan membentuk keperibadiannnya dilingkungan
masyarakat. Jadi jika tidak adanya Internalisasi dan Sosialisasi didalam
lingkungan masyarakat. Maka tidak akan ada perubahan dilingkungan itu.
4.
Proses Sosialisasi
Proses Sosialisasi ada 4 yaitu:
§ Tahapan Persiapan >
Tahapan ini ilakukan sejak manusia dilahirkan, pada saat anak – anak mulai
mempersiapkan dirinya untuk mengenal dunia sosialisasi dari lingkungan rumah,
media dan tempat – tempat yag disinggahinya dengan cara meniru walaupun tidak
sempurna.
§ Tahapan Meniru > Di
mana seorang anak yang mulai sempurna untuk meniru apa yang dilakukan orang
dewasa. Dia mulai mengetahui namanya, nama orang tuanya, dan apa yang dilakukan
oleh orang tuanya.
§ Tahapan Siap Bertindak
> Tahapan ini memulai seorang anak yang hanya meniru menjadi seorang diri
yang dia inginkan, menyadari adanya suatu norma yang ada dirumah maupun
dilingkungannya, dan mulai mendapatkan kompleks yang harus dihadapinya didalam
bersosialisasi.
§ Tahapan Norma
Kolektif > Tahapan ini sudah dianggap dewasa karna didalam dirinya
sudah tau sepenuhnya apa itu arti norma dalam kehidupanyang sebenarnya,
memiliki rasa peduli yang tinggi terhadap orang yang iia kenal maupun orang
yang iia tidak kenal dalam arti Masyarakat Luas.
5.
Peranan Sosial Mahasiswa dan Pemuda Masyarakat
Peranan Sosial Mahasiswa
bisa dikatakan pemuda yang aktif dan berintelektual yang akan berperan sebagai
generasi yang diharapkan akan meneruskan generasi sebelumnya, yang akan membangun
negaranya menjadi lebih baik (maju). Sedangkan Pemuda adalah sesorang Individu
atau kelompok yang berperan aktif didalam masyarakat dan bisa dikatakan
Mahasiswa atau tidak, karena belum semua pemuda yang berintelektual
mampu secara ekonomi untuk menjenjang pendidikan yang lebih tinggi, karna biaya
pendidikan yang semakin mahal. Bisa dikatakan Pemuda memiliki Sosialisasi
yang tinggi yang dapat berperan penting dilingkungan masyarakat kuhususnya
bersosialisai untuk menjadi penengah didalam lingkungan sekitar maupun secara
luas.
B.
PEMUDA DAN IDENTITAS
1.
Masalah generasi muda
·
Dirasa
menurunya jiwa idealisme, patriorisme dan nasionalisme di kalangan masyarakat
termasuk generasi muda
·
Kekurangpastian yang dialami oleh generasi
muda terhadap masa depannya.
·
Belum
seimbangnya antara jumlah generasi muda dengan faslitas pendidikan yang
tersedia, baik secara formal atauoun non formal.
·
Kurangnya
lapangan kerja/kesempatan kerja, serta tingginya angka pengangguran atau
setengah penganggurandi generasi muda.
·
Kurangnya
giz, yang dapat menyebabkan hambata bagi pertumbuhan atau perkembangan badan di
generasi muda.
·
Perkawinan
di bawah umur
·
Pergaulan
bebas
·
Meningkkatnya
kenakalan remaja (narkoba)
·
Belum
adanya peraturan UU yang menyangkut generasi muda.
2.
Perkembangan
dan Pembinaan Generasi Pemuda
Pola dasar
pembinaan dan pembangunan generasi muda ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan dalam Keputusan Menteri Pendidkan dan Kebudayaan nomor : 0323/U/1978
tanggal 28 oktober 1978. Tujuannya agar semua pihak yang turut serta dan
berkepentingan dalam poenanganannya benar-benar menggunakannya sebagai pedoman
sehingga pelaksanaanya dapat terarah, menyeluruh dan terpadu serta dapat
mencapai sasaran dan tujuan yang dimaiksud.
Pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda disusun berlandaskan :
1. Landasan Idiil : Pancasila
2. Landasan Konstitusional : Undang-undang dasar 1945
3. Landasan Strategi : Garis-garis Besar Haluan Negara
4. Landasan Histories : Sumpah Pemuda dan Proklamasi
5. Landasan Normatif : Tata nilai ditengah masyarakat.
Motivasi asas pembinaan dan pengembangan generasi muda bertumpu pada strategi pencapaian tujuan nasional, seperti disebutkan dalam pembukaan UUD 1945 alinia IV.
Atas dasar kenyataan ini, diperlukan penataan kehidupan pemuda sehingga mereka mampu memainkan peranan yang penting dalam masa depan sekalipun disadari bahwa masa depan tersebut tidak berdiri sendiri. Masa depan adalah lanjutan masa sekarang, dan masa sekarang adalah hasil masa lampau. Dalam hal ini, pembinaan dan pengembangan generasi muda haruslah menanamkan motivasi kepekaan terhadap masa datang sebagai bagian mutlak masa kini. Kepekaan terhadap masa datang membutuhkan pula kepekaan terhadap situasi-situasi lingkungan untuk merelevansikan partisipannya dalam setiap kegiatan bangsa dan negara. Untuk itu, kualitas kesejahteraan yang membawa nilai-nilai dasar bangsa merupakan faktor penentu yang mewarnai pembinaan generasi muda dan bangsa dalam memasuki masa datang.
Tanpa ikut sertanya generasi muda, tujuan pembangunan ini sulit tercapai. Hal ini bukan saja karena pemuda merupakan lapisan masyarakat yang cukup besar, tetapi tanpa kegairahan dan kreativitas mereka, pembangunan jangka panjang dapat kehilangan keseimbangannya. Apabila pemuda masa sekarang terpisah dari persoalan masyarakatnya, sulit terwujud pemimpin masa datang yang dapat memimpin bangsanya sendiri.
3. Pengertian Pokok Pengembangan dan
Pembinaan Generasi Muda
Dalam hal ini pengembangan dan pembinaan generasi muda menyangkut dua pengertian pokok yaitu :
§ Generasi muda sebagai subyek
pengembangan dan pembinaan adalah mereka yang memiliki bekal-bekal dan landasan
untuk mandiri dalam keterlibatannya.
§ Generasi muda sebagai obyek
pembinaan dan pengembangan ialah mereka yang masih memerlukan pengembangan dan
pengembangan pendidikan ke arah pertumbuhan potensi dan kemampuan ke tingkat
yang optimal.
4.
Potensi-potensi generasi muda
Ø Idealisme dan daya kritis
Ø Dinamika dan kreatifitas
Ø Keberanian mengambil resiko.
Ø Optimis dan kegairahan semangat
Ø Sikap kemandirian dan disiplin murni.
Ø Terdidik
Ø Keanekaragaman dalam persatuan dan
kesatuan
Ø Patriotisme dan nasionalisme
Ø Sikap kesatria
Ø Kemampuan penguasaan ilmu dan
teknologi
Ø Tujuan pokok sosialisasi
Ø Individu harus diberi ilmu
pengetahuan (keterampilan) yang dibutuhkan bagi kehidupan kelak di masyarakat.
Individu harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengembangkan
kemampuannya.
Ø Pengendalian fungsi-fungsi organic
yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.
Ø Bertingkah laku secara selaras
dengan norma atau tata nilai dan kepercayaan pokok ada pada lembaga atau
kelompok khususnya dan pada masyarakat umumnya.
5.
Tujuan pokok sosialisasi
Tujuan sosialisasi ada 4 yaitu:
1. Memberikan ketrampilan terhadap
seseorang agar mampu mengimbangi hidup bermasyarakat.
2. Mengembangkan kemampuan
berkomunikasi secara efektif.
3. Membantu mengendalikan fungsi –
fungsi organic yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.
4. Membiasakan diri dengan berprilaku
sesuai dengan nilai – nilai dan kepercayaan pokok yang ada dimasyarakat.
C.
PERGURUAN DAN PENDIDIKAN
1.
Pengembangan potensi generasi muda
Potensi
Generasi Muda dapat dikembangkan melalui bidangnya masing – masing agar
tercapai suatu keinginan yang selaras antara Generasi sebelumnya dan Generasi
Baru yang akan mencapai suatu negara yang maju dan sejahtera.
2.
Pengertian
perguruan tinggi dan pendidikan
Pendidikan adalah usaha sadar
dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar
peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki ilmu di
bidang keinginannya masing-masing agar bermanfaat bagi agama, keluarga, masyarakat,
dan bangsa.Sedangkan perguruan tinggi adalah satuan pendidikan penyelenggara
pendidikan tinggi disebut Mahasiswa sedangkan tenaga pendidikan perguruan
tinggi disebut dosen. disinilah seseorang dapat mengembangkan lebih dalam lagi
ilmu-ilmu yang telah didapat dari pendidikan sebelumnya (SD,SMP,SMA), yang akan
berpeluang besar menggantikan generasi sebelumnya, dan dapat memajukan bangsa
dan negaranya.
3. Alasan
untuk berkesempatan mengenyam pendidikan tinggi
Mengapa semua individu khususnya di
Indonesia wajib mengenyam pendidikan selama 12 tahun? maka jika tidak, akan
terjadi akibat seperti Pengangguran Semakin Banyak, Generasi Muda tidak ada,
perampokan, pembunuhan dan lain sebagainya. (Menakutkan bukan)
faktor: hanya karena pendidikan yang mahal. Syukurlah pemerintah
punya program sekolah gratis selama 9 tahun, “itu setahu saya karna saat
SMA saya masih bayar”. Jadi kesimpulannya mengapa individu harus mengenyam
pendidikan adalah karna setiap individu harus sekolah Minimal selama 12
tahun agar disaat seseorang beranjak dewasa, seseorang itu dapat bermanfaat sebagai
pemuda yang aktif didalam lingkungan masyarakat dan akan menjadi Generasi
Penerus yang akan menjadi Pemimpin yang baik mengerti rakyat dan memajukan
bangsa ini ke arah yang lebih baik.
ARTIKEL

Pada kali ini,saya akan membahas tentang permasalahan yang saat ini sering terjadi pada generasi muda. Kenyataannya banyak sekali generasi muda yang telah melakukan banyak hal yang tidak wajar dalam pergaulan dizaman sekarang ini, contoh nya pada perjudian. Banyak sekali generasi muda yang melakukan permainan perjudian ini, sehingga para generasi muda ketagihan dalam permainan tersebut. Penyebab pada permasalahan ini yaitu kurangnya pendidikan moral dan keagamaan yang meresap,sehingga perbuatan tercela seperti ini pun akhirnya mereka jalani. Oleh karena itu, kita sebagai warga negara harus sigap dan mecegah akan terjadinya permasalahan seperti ini. Dengan demikian, mari kita jaga dan awasi anak-anak kita dari perjudian tersebut,sehingga harapan kita untuk menularkan generasi yang cerdas dan tangguh dimasa yang akan dateng dapat teralasasikan dengan baik.
Sumber :
http://aryanipuspitasaridevi.wordpress.com/2012/10/27/bab-ii-internalisasi-belajar-dan-spesialisasi/
http://egigundar.tumblr.com/post/40184726013/pemuda-dan-sosialisasi-tugas-4-softskill-isd-pemuda
http://cahayapenerangdunia.blogspot.com/2011/07/pembinaan-dan-pengembangan-generasi.html
http://egigundar.tumblr.com/post/40184726013/pemuda-dan-sosialisasi-tugas-4-softskill-isd-pemuda
http://etrisetiowati.blogspot.com/2011/10/tujuan-pokok-sosialisasi.html
http://etrisetiowati.blogspot.com/2011/10/perguruan-dan-pendidikan.html
http://aryanipuspitasaridevi.wordpress.com/2012/10/27/bab-ii-internalisasi-belajar-dan-spesialisasi/
http://egigundar.tumblr.com/post/40184726013/pemuda-dan-sosialisasi-tugas-4-softskill-isd-pemuda
http://cahayapenerangdunia.blogspot.com/2011/07/pembinaan-dan-pengembangan-generasi.html
http://egigundar.tumblr.com/post/40184726013/pemuda-dan-sosialisasi-tugas-4-softskill-isd-pemuda
http://etrisetiowati.blogspot.com/2011/10/tujuan-pokok-sosialisasi.html
http://etrisetiowati.blogspot.com/2011/10/perguruan-dan-pendidikan.html









